PRIMBON (THE ONE FROM SOME BELIEVED OF JAVA PEOPLE)

Berikut kami tampilkan neptu hari, pekan, bulan, dan tahun:
Ahad neptunya: 5
Senin neptunya: 4
Selasa neptunya: 3
Rabo neptunya : 7
Kamis neptunya: 8
Jumat neptunya : 6
Sabtu neptunya : 9
Untuk pasarannya sbb:
Kliwon neptunya: 8
Legi neptunya : 5
Pahing neptunya : 9
Pon neptunya : 7
Wage nepunya : 4
Bulan dengan neptunya:
Sura neptunya: 7
Sapar neptunya: 2
Robiulawal nepunya : 3
Robiulakhir neptunya: 5
Jumadilawal neptunya: 6
Jumadilakhir neptunya: 1
Rejeb neptunya: 2
Ruwah neptunya: 4
Puasa neptunya:5
Sawal neptunya: 7
Dulkaidah neptunya: 1
Besar neptunya: 3
Tahun dengan neptunya:
Alip neptunya: 1
Ehe neptunya: 5
Jimawal neptunya: 3
Je neptunya: 7
Dal neptunya: 4
Be neptunya: 2
Wawu neptunya: 6
Jimakir neptunya: 3
Misal seorang anak yang lahir hari jumat legi maka neptunya adalah:
Jumat: 6 dan legi : 5 maka neptu anak tersebut adalah: 11, anak tersebut dipercaya pada primbon memiliki watak demikian dan rejeki demikian, sakitnya demikian , cocok menikah dengan pria yang neptunya demikian dll.
Standar untuk menentukan hal-hal tersebut ada dalam kitab primbon missalnya : betal jemur adammakna karangan KPH Tjokroningrat.
Neptu ini dipercaya oleh sebagian orang jawa untuk : menentukan jodoh, menentukan pasang tenda/terop, boyongan rumah, hari pernikahan, mengetahui watak kelahiran seseorang, mencari rejeki, mencari pencuri, bertemu orang penting, kemenangan berjudi, dll. Sebagian mereka percaya bahwa dihari-hari yang diperhitungkan dengan hitungan primbon akan ada sedikit halangan pada hari tertentu atau dianjurkan memilih hari yang cocok agar tidak ada halangan apa-apa, missal dalam berhajat.
Primbon disini dianggap sebagai bagian khasanah kebudayaan , dipercaya atau tidak tergantung cara berpikir dan pandangan pribadi masing-masing.
Hari yang tidak baik untuk bepergian:
1. ahad pahing
2. sebtu pon
3. jumat wage
4. selasa kliwon
5. senin legi
6. kamis wage.
Hari yang sangat jelek untuk bepergian
1. rabu legi
2. ahad pahing
3. kamis pon
4. selasa wage
5. sabtu kliwon
6. kamis pon
Watak seseorang menurut neptu kelahiran:
Jumat kliwon: Jika pria tidak banyak bicara, jika wanita banyak bicara tanpa memandang pria.
Sabtu legi: kokoh pendapatnya , pandai mencari harta, kaya dermawan sebaiknya memelihara kuda
Minggu pahing: nampaknya angkuh pandai, banyak akalnya berhati – hati perasaanya halus pandai memutar dunia.
Senin pon: manis bicaranya pandai mengambil hati orang lain dan dapat mencari rejeki
Selasa wage: tidak suka dinasehati, bicaranya sulit diatur, bila wanita banyak menyimpan uang.
Rabo kliwon: pandai bicara, pikirannya selalu tertuju pada wanita, sulit bersikap seperti pendeta, hawanya kerusuhan melulu
Kamis legi: luas pandangannya, tidak suka diatur, bila wanita : jelek , sering bertengkar tidak menghormati pria.
Jumat pahing: pendiam , jika bodoh terlampau bodohnya , jika berubah pandai ya pandai sekali. Menjadi teladan banyak orang dan banyak memiliki pengetahuan.
Sabtu pon: dapat menjadi ahli teknik (jika pria) jika wanita pandai mencari uang tanpa gengsi dan malu.
Ahad wage: mempunyai kemauan yang besar jika punya keninginga sulit dihalangi, jika wanita itikadnya tidak baik.
Senin kliwon: berpikir tenang, jika masih muda nakal setengah mati, akan tetapi setelah tua fikirannya halus dan budinya baik.
Selasa legi: pendiam , banyak akal buah fikirannya baik, kurang menghargai dirinya tapi cenderung selamat.
Rabo pahing: sedikit angkuh, tidak senang jika ada yang melebihi, senang dipuji keras pendapatnya sebenarnya mudah untuk mendapat kecocokan.
Kamis Pon: jika wanita pesolek, angkuh, pendiam,hemat, pikiranya sulit dimengerti dan tenang.
Jumat wage: banyak bicara, tepat pembicaraanya ihlas terang selalu behati hati tetapi sering mendapat rintangan.
Sabtu kliwon: sebenarnya bodoh tetapi berlagak pandai, malas bekerja, pelupa tetapi meliliki kesungguhan hati.
Ahad legi : pelupa, kepandaianya kurang dipergunakan, jika pria ia senang pada wanita yang kurang baik/wanita suka selingkuh
Senin Pahing: tamak, dalam bekerja cukupan, jika wanita pikirannya akan sangat baik
Selasa pon: berpikiranya kurang bagus, tidak senang membesarkan masalah, jika wanita sangat bagus untuk diperistri atau diwayuh/diselir/dijadikan istri ke…
Rabo wage: berpikirnya cukupan dalam lapangan pekerjaan maju, jika wanita sering berbuat curang kepada suaminya.
Kamis kliwon: berpikirnya kurang, dalam pekerjaan sangat sungguh-sungguh, pikirannya cukupan
Jumat legi: pendiriannya tidak tetap jika ada yang melebihinya hatinya gundah dan merasa kecewa, kalau di salip dalam mengemudi pasti nggondok.
Sabtu pahing: baik pria ataupun wanita akan hebat dalam mencari keuntungan dan pandai memegang rahasia
Ahad pon: berpikirnya kurang, selau percaya pada orang lain jika wanita lebih baik hatinya, dapat menyimpan harta suaminya.
Senin wage: berpikirnya kurang , tidak suka menerima pendapat orang lain, berani mati, berani menderita , jika wanita malah sangat baik hatinya.
Selasa kliwon: jika bodoh terlampau bodoh jika pandadai dapat menjadi sastrawan atau ulama.
Rabo legi: sederhana, mau memberi dan diberi, jika wanita berpikiran baik
Kamis paing : pendiam, tidak banya berpikir, bekerja dengan besungguh sungguh , menjadi priyayi yang dicintai para bangsawan dan pekerjaanya cukupan.
Jumat pon: banyak akalnya jik sudah kecewa hatinya oleh orang lain maka akan kapok dan benci selamanya, tidak suka bergaul mempunyai keinginan aneh.
Sabtu wage: pelupa, kaku keras wataknya, kurang menyenangkan, jika sudah marah meledak –ledak tapi hanya sementara.
Ahad kliwon: tamak, mempunyai banyak keinginan , jika wanita pemboros jangan dikawini bila tak ingin melarat .
Senin legi: Pendiam, tidak banyak kemauan , tenang pikiranya, jika wanita bekerjanya telaten, cerdas, dan sungguh-sunguh
Selasa pahing: pemalu, pemalas, kaku hatinya rendah perbuatanya jika wanita: baik, berbakti pada suami.
Rabo pon: berpikir kuat, suka bekerja mempunyai pendirian yang tetap jika wanita hemat, tetapi kaku keras keinginannya.
Kamis wage: bertanggung jawab, tahan menderita keras budinya , jika wanita berpikirnya setengah-setengah.
Naga hari (nogodino)
Biasanya untuk urusan penting yang bertemu seseorang dengan biaya kendaraan yang mahal perlu bertemu tapi tidak berjumpa akhirnya rugi waktu dan biaya maka jika anda percaya dan dicoba bepergian yang penting sebaiknya melihat nagadino contoh bila ke timur sebaiknya hari jumat., atau yang lebih ampuh naga rajalolah, misalnya kalau pergi kearah timur sebaiknya hari selasa…… Juga untuk memandikan perkutut juara berharga ratusan bagi sebagian orang jawa juga memandikanpun dengan melihat nogo rijalolah/malam jumat legi.
———————————
Arah nogo dino:
Hari ahad/minggu: arah nagadino: keselatan
Senin : barat daya
Selasa : barat
Rabo : barat laut
Kamis : utara, timur laut
Jumat : timur
Sabtu : tenggara.
————————————
Arah naga rijalolah:
Minggu : selatan
Senin : tenggara
Selasa : timur
Rabo : timur laut
Kamis :utara
Jumat : barat
Sabtu : barat daya
—————————-
Nogo pekan:
Kliwon: tengah
Legi : timur
Pahing : selatan
Pon : barat
Wage : utara.

Iklan

TIRAKAT JAWA (GENERAL PRAY OF JAVA PEOPLE)

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah tirakat yang bermaksud mendekatkan diri kepada tuhan, berupa perilaku, hati dan pikiran.
Tirakat adalah bentuk upaya spiritual seseorang dalam bentuk keprihatinan jiwa dan badan untuk mencapai sesuatu dengan jalan mendekatkan diri kepada tuhan.
Berpuasa temasuk salah satu bentuk tirakat , dengan berpuasa orang menjadi tekun dan kelak mendapat pahala, orang jawa kejawen menganggap bertapa adalah suatu hal penting. Menurut kesusastraan jawa orang yang bertahun-tahun berpuasa dianggap sebagai orang keramat. Karena dengan bertapa orang dapat menjalankan kehidupan yang ketat ini dengan tinggi. Serta mampu menahan hawa nafsu sehingga tujuan-tujuan yang penting dapat tercapai, selain puasa kegiatan tirakat lainnya adalah meditasi dan semedhi.
Menurut Koentjaraningrat meditasi dan semedi biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapa brata , yang dilakukan ditempat-tempat yang dianggap keramat missal gunung, makam leluhur, ruang yang memiliki nilai keramat dsb. Pada umumnya orang yang melakukan meditasi adalah untuk mendekatkan diri dengan tuhan.
Ada beberapa bentuk puasa dan tirakat misalnya:
1. tidak tidur semalam suntuk/ pati geni tidak boleh keluar kamar semalam suntuk, tidak boleh tidur dan makan minum.
2. puasa senin kamis
3. mutih mulai dari kemampuan satu hari hingga 40 hari hanya makan nasi putih dan minum air putih sedikit pada saat matahari terbenam.
4. ngeruh yaitu hanya boleh makan sayur dan buah , dilarang yang bernyawa.
5. ngebleng yaitu tidak keluar kamar sehari semalam , tidak ada lampu, hanya keluar saat buang air kecil, tidak boleh tidur, makan dan minum
6. nglowong hanya makan tertentu dengan waktu tertentu tidur hanya 3 jam
7. ngrowot hanya boleh makan satu jenis buah maksimal 3 buah dari subuh sampai magrib.
8. nganyep/ ngasrep boleh makan sembarang tapi yang tidak ada rasanya dan harus didinginkan sedingin dinginnya.
9. ngidang hanya boleh minum air putih dan daun. Lainnya tidak boleh.
10. ngepel hanya makan nasi sehari satu kepal sampai 3 kepal saja.
11. wungon tidak boleh makan minum dan tidak tidur selama 24 jam
12. ngalong , puasa ngrowot sambil menggantung di atas pohon dengan posisi kaki diatas kepala dibawah / sungsang.
13. topo jejeg yaitu tidak boleh duduk selama 12 jam
14. lelono melakukan perjalanan malam jam 12 sampai jam 3 untuk mawas diri atas kesalahan yang diperbuat selama ini.
15. kungkum yaitu puasa bersila dalam sungai yang ketemu dua arusnya mulai jam 12 malam sampai jam 3 atau jam 4 pagi.
16. topo pendem / ngluwang yaitu puasa dikubur hidup-hidup hanya deberi jalan nafas, biasanya selama 3 hari atau 7 hari, pertaruhannya nyawa dan hasilnya adalah mampu menghilangkan tubuh dari pandangan orang atau melihat jelas dengan mata telanjang orang/ mahluk – mahluk ghoib.
Secara umum bertirakat / berpuasa harus dimulai dengan mandi keramas / bersuci dan niat dalam hati untuk mendekatkan diri pada tuhan.

PANGERAN SAMBER NYAWA

Monopoli belanda di seluruh jawa misalnya di Batavia  telah menguasai segalanya termasuk golongan etnis china yang berdagang di Indonesia pada masa itu juga telah tertekan dan tersingkir, maka pada 30 Juni 1742  pasukan Cina menyerang Mataram yang ada di Kartasura pada masa pemerintahan Paku Buwana II, penyerangan ini karena Mataram dianggap negara boneka Belanda. Penyerangan ini dipimpin oleh Mas Garendi / Sunan Kuning. Geger Pecinan ini telah membuat para bangsawan keraton melarikan diri misalnya Paku Buwana II(raja mataram ketika masih di kartasura/solo) lari ke Ponorogo Jawa Timur, Pangeran Puger membangun pertahanan di Sukowati, Sragen sedangkan  RM Said / Mangkunegara waktu itu berusia 19 tahun membangun pertahanan di Randu lawang sebelah utara Surakarta dan karena satu misi maka  bergabung dengan Sunan Kuning. Pada masa itu Said bergelar Pangeran Perang Wedhana Pamot Besur yang diangkat sebagai panglima perang dan menikah dengan Raden Ayu Kusuma Patahhati, sedangkan Mangkubumi lari ke Semarang untuk menemui belanda dan meminta dirinya diangkat sebagai Raja. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh belanda, dengan memberikan bantuan pada PB II  mengusir pasukan cina dan akhirnya berhasil, karena kerusakan kraton di Kartosura makan kraton dipindah ke Surakarta/Solo. Tetapi berkat bantuan belanda tersebut bagian wilayah timur mulai dari rembang,, Surabaya, madura dan pasuruan di serahkan pada belanda dan pengangkatan raja harus seijin pemerintah belanda.Yang masih tetap melawan belanda adalah Pangeran Puger dan Mangkunegara, sehingga PB II meminta Mangkubumi untuk meredam para pejuang yang dianggap sebagai pemberontak itu. Keberhasilan Mangkubumi tidak mendapat sambutan baik dari belanda dan PB II malahan tanah lungguhnya dikurangi. Sehingga Mangkubumi lari dan bergabung dengan Mangkunegara untuk bergerilya melawan belanda. RM Said/Mangkunegara dinikahkan untuk yang kedua kali dengan Putri Mangkubumi yang bernama Raden Ayu Inten dan bergelar Pangeran Adipati Mangkunegara Senapati Panoto Baris Lelana Adikareng Noto. Nama Mangkunegara ini diambil dari nama ayahnya Arya Mangkunegara yang ditangkap belanda dan dibuang ke Srilangka, karena menentang kekuasaan  Amangkurat IV (Paku Buwana I) karena latar belakang inilah RM Said sangat berkobar melawan belanda. Kehidupan Mangkunegara dihutan dan berpindah-pindah. Hingga pada saatnya PB II meninggal dunia dan kesempatan ini digunakan untuk mengangkat Mangkubumi menjadi raja di Mataram Ngayogyakarta dengan patihnya mangkunegara (1749) tetapi pemerintahan di Yogyakarta tidak diakui oleh kumpeni / belanda. Sedangkan oleh belanda putra pangeran yang bernama Pangeran Adipati Anom  diangkat sebagai raja dengan gelar PB III di Matram Surakarta. Selama sembilan tahun bersama Mangkubumi akhirnya Mangkunegara berselisih paham juga dan berpisah akhirnya berjuang sendiri dipedalaman yogyakarta dan sekitarnya. Perseteruan dua keturunan mataram yang sama-sama mengaku raja Mataram antara Mangkubumi dan Adipati Anom akhirnya dibawa oleh belanda dalam suatu Traktat perjanjian yang bernama Perjanjian Giyanti(1755) dan hasilnya adalah membagi 2 wilayah mataram yaitu bagian timur dengan nama Mataram Surakarta Hadiningrat dengan raja Sri Susuhunan Paku Buwana III dan bagian barat  bernama Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat dengan raja  Mangkubumi dengan gelar Sri Sultan Hamengkubuwono Senopati Ngalogo Abdurrahman Sayidin Panotogomo. Sedangkan Mangkunegara kini harus berperang melawan 3 kekuatan yaitu dari Yogyakarta, Surakarta dan pasukan Belanda. Menurut riwayat perang mangkunegara yaitu: selama setahun (1741-1742)  bergabung dengan Laskar cina , kemudian selama sembilan tahun (1743-1752) bergabung dengan Mangkubumi. Dalam masa itu Mangkunegara telah melakukan pertempuran sebanyak 250 kali dan berkali-kali mengkunegara lolos dalam penyergapan, keberhasilan membina pasukan yang militan sangat ditakuti sehingga mendapat julukan “Pangeran Samber Nyawa “, Dalam buku harian Mangkunegara ada dua pertempuran besar yaitu pertempuran di desa Sitakepyak selatan Rembang . pasukan musuh sebanyak 600 tewas  yang dilukiskan seperti semut yang berjalan tiada henti sedangkan prajuritnya yang tewas hanya 3 orang 29 luka-luka.(1756) . dalam perang ini tercatat oleh belanda telah melakukan serangan gabungan yaitu 200 serdadu belanda, 400 pasukan Kesultanan Yogyakarta dan 400 Pasukan Surakarta. Bahkan kapten Ban Der Poll tewas terpenggal kepalanya dengan tangan kirinya di sambar oleh Pangeran Sambernyawa dan di berikan kepada selir Mbok Ajeng Wiyah selirnya sebagai tanda cinta Mangkunegara. Perang besar kedua yaitu di hutan dekat Blora pada tahun 1757. keganasan pasukan belanda yang menyerang dan menjarah harta orang desa membuat marah Sambernyawa yang akhirnya menyerang balik Kraton Yogyakarta dan mendudukinya hingga malam, bahkan patihnya yang bernama Joyosudirgo dipenggal kepalanya. Kejadian ini membuat marah pamanya atau mertuanya Mangkubumi dan menghadiahkan siapa saja yang berhasil membunuh Sambernyawa akan di bayar 500 real. Kehebatan Pangeran Sambernyawa tidak terkalahkan oleh siapapun hingga akhirnya belanda meminta bantuan kepada Paku Buwono III agar bisanya mengajak berunding secara kekeluargaan. Dan akhirnya atas permintaan secara kekeluargaan pula Mangkunegara berhenti berperang dihutan dan diakui kehebatannya dan akhirnya mendirikan istana di pinggiran Kali Pepe pada 1756 dan tempat inilah yang sekarang terkenal dengan nama istana Mangkunegara. Kemudian dibuat perjanjian Salatiga 17 maret 1757 dengan isi mangkunegara diangkat sebagai Adipati Miji (mandiri ) yang pangkatnya sejajar dengan Sultan dan Sunan dan daerah kekuasaanya meliputi: Kedaung, Matesih, Honggobayan, Sembuyun, Gunung Kidul, Pajang utara dan Kedu. Mangkunegara wafat pada 28 Desember 1795. Oleh pemerintah Indonesia Mangkunegara diangkat sebagai pahlawan Nasional dan disana didirikan Pendopo terbesar di Indonesia seluas 3500 meter persegi.

ASAL DAN KEMBALINYA MANUSIA

Diceritakan ada dua pendeta kakak beradik yang bernama Pendeta Buana dan Pendeta Wisesa, Pendeta Buana bertempat tinggal disebuah kampung besar yang namanya Jembar Ngalah, Sedangkan Pendeta Wisesa bertempat tinggal di kampung kecil dengan nama Jaman Ngalah. Pekerjaan kedua bersaudara itu selama hidupnya hanyalah berpikir dengan Tanya jawab.
Tanya jawab itu dimulai dengan pertanyaan yang diajukan oleh Pendeta Wisesa yang kemudian oleh Pendeta Buana. Pertanyaannya berbunyai ,” Tatkala kita akan hidup didunia ini, bagaimana asal muasalnya dan bagaimana pula keluar dari orang tua kita”.
Menurut Pendeta Buana kita berada di 7 alam dan melalui jalan 7 alam ini kita akhirnya lahir ke dunia ini. Ke-7 alam ini ialah alam ahadiyat, alam wahdat, alam wahadiyat, alam arwah, alam ajam, alam misal, dan alam insane kamil. Jawaban Pendeta Buana itu disertai oleh penjelasan tiap-tiap alam itu dan diselingi serta diakhiri dengan nasihat-nasihat, misalnya, nasihat mengenai sikap kita terhadap anak yatim dan terhadap anak kita sendiri.
Selanjutnya yang bertanya Pendeta Buana, “apa yang akan ditempuh oleh orang yang akan meninggal dunia?”. Pendeta Wisesa menjawab bahwa jalan yang ditempuh oleh orang yang akan mati sama halnya dengan jalan yang ditempuh waktu akan lahir, yaitu 7 alam. Ke-7 alam itu melambangkan dalam badan kita sendiri, yaitu lidah, telinga, hidung, mata, kulit, otak, dan kemaluan. Selama hidup di dunia ini kita mengabdi kepada 7 anggota badan itu. Kesenangan hidup di akhirat nanti bergantung kepada penggunaan ke-7 anggota badan itu selama hidupnya. Apakah diabdikan untuk kepentingan duniawiyah saja atau diabdikan juga bagi kepentingan hidup diakhirat nanti. Nasihat Pendeta Wisesa ialah jangan terlalu mementingkan kehidupan dunia saja agar hidup diakhirat nanti senang. Dalam menjawab pertanyaan diatas dikemukakan pula proses kematian, alam yang akan dimasuki sesudah kita mati, dan fungsi upacara-upacara tahlilan dan sedekah bagi yang meninggal dunia sejak hari pertama hingga hari ke-7 , ke-40, ke-100 dan sebagainya.
Pertanyaan ketiga diajukan oleh Pendeta Wisesa,”Apa yang dapat dibawa dari kehidupan di dunia ini bagi kehidupan di akhirat nanti?”. Pendeta Buana menjawab bahwa ada 5 hal pekerjaan di dunia yang dapat dibawa keakhirat seperti dilambangkan oleh rukun Islam. Ke-5 hal itu ialah apa yang dilakukan oleh mata, hidung, telinga,mulut, dan otak. Selanjutnya diterangkan mengenai rukun islam. Penjelasan itu diakhiri oleh nasihat bahwa kita perlu melakukan saling ajar-mengajar.
Judul Asli : wacana suluk, wacana dua Pandita Rai jeung Raka, Asal naskah R. Ating Nata, di Kusumah, hibah 1 Nov 1968 semula milik Ibu Dipati (Bandung), tebal : 104 halman, Huruf asli : Pegon, bahan naskah : kertas tulis bergaris.

WAHYU MAKUTOROMO

Cerita ini adalah cerita masa pewayangan yang dilatarbelakangi bencana/malapetaka yang terus menerus terjadi di Negeri Astina, untuk mengatasi malapetaka tersebut hanya bisa diobati dengan Wahyu yang bernama Wahyu Makutoromo yang berisi Hastabrata, yaitu wahyu yang diperoleh dari wangsit Begawan Kesawasidi di Pertapaan Kutarungggu, yang akan diberikan kepada seseorang yang berhak menerimanya, dan bukan muridnya sendiri. Cerita ini padat dengan tauladan kasih sayang yang bisa mewujudkan perdamaian dunia (memayu hayuning bawana) dan melibatkan hampir semua tokoh pewayangan populair. Berikut cuplikanya:
Karena malapetaka yang berkepanjangan yang melanda Kerajaan Astina maka Duryudana menggelar sidang bersama Durna, Sengkuni, Karna, Kartamarma. Durna dan Sengkuni mempunyai perbedaan pandangan tentang bencana yang terjadi. Karna menengahi persoalan ini dalam pendapatnya bahwa bencana ini terjadi karena cobaan dewata. Karena Karna telah mendengar akan turunnya Wahyu Makutoromo akan bisa mengobati malapetaka yang melanda, maka berangkatlah Karna mencari wahyu tsb ke Kutarunggu diiringi para Kurawa dibawah pimpinan Haryo Sengkuni.
Sementara itu di pertapaan Kutarunggu Begawan Kesawasidi bersama Anoman, Gajah Situbanda, Naga Kuwara, Garuda Mahambira dan Yasendra Jahjalwreka. Mereka membicarakan intisari pengetahuan yang disebut Makutarama, yang dapat dipergunakan untuk mewujudkan cinta kasih dan perdamaian dunia. Kesawasidi dan para muridnya tengah memikirka kira-kira siapa orang yang berhak menerima Wahyu Makutoromo.
Setelah tiba di pertapaan Kutarunggu Karna bermaksud menemui Begawan Kesawasidi dan meminta wahyu Makutoromo, belum sempat bertemu para kurawa di hadang Anoman dan kawan-kawan dan terjadilah perkelahian. Karena marah dan emosi bercampur tersinggung Karna melepaskan senjata andalan bernama Wijayandhanu untuk menyingkirkan murid-murid Kesawasidi. Oleh Hanoman/Anoman yang kesohor kesaktian dan tidak bisa mati maka senjata Karna di tangkap dan diserahkan kepada Begawan Kesawasidi. Karena kehilangan senjata andalannya Karna lemas tak berdaya dan depressi kemudian dibawa pergi bersama Bala Kurawa.
Dilain waktu ditengah hutan Rombongan Arjuna yang diiringi Semar, Petruk, Bagong tengah berjalan menuju pertapaan Kutarunggu juga. Ditengah sebuah hutan rombongan ini dihadang rombongan raksasa para prajurit Wibisana dari pertapaan Candramanik tetapi akhirnya raksasa itu bisa dikalahkan. Setelah sampai di Kutarunggu Arjuna di hadang oleh murid-murid Begawan Kesawasidi. Karena melihat teman-temannya tak berdaya maka Anoman bergegas menghadapi Ksatria Madukara namun di tengahi Semar. Akhirnya Anoman bersedia membawa Arjuna menghadap Begawan. Pertemuan Arjuna dan Begawan membicarakan tentang intisari pengetahuan yang disebut Hastabrata yaitu pengertian yang dibangun dari 8 konsep meliputi perwatakan : Api, Air, Bumi, Angin, Samudra, Bintang, Rembulan , Matahari. Menurut Begawan , Wahyu Makutoromo ini bisa untuk mengobati malapetaka yang terjadi dan bisa mewujudkan perdamaian dunia. Dengan mantap Arjuna mendapatkan petuah dari Kesawasidi. Kemudian pendeta itu menitipkan panah Wijayandanu kepada Arjuna agar diserahkan lagi kepada Karna . Arjuna kemudian pamit pergi ke Astina dan Kesawasidi berubah jadi Kresna.
Sementara itu di Padepokan Madukoro, para isteri gelisah semenjak di tinggal pergi Arjuna. Sembadra sebagai istri terkasih Arjuna pergi dari Madukara dengan menyamar sebagai seorang laki-laki bernama Bambang Sintawaka. Diperjalanan Sintawakan dihadang oleh Para Kurawa dan diajak bergabung mencari Arjuna yang dikabarkan sudah memperoleh Wahyu Makutoromo.
Di Negara Amarta para petinggi meliputi Prabu Puntadewa, Bima, Nakula, Sadewa menerima kunjungan Kresna dan mewartakan bahwa Arjuna tengah berada di Kutarunggu selanjutnya Bima di perintahkan pergi ke sana. Ditengah perjalanan Bima berjumpa dengan Arwah Penasaran yaitu Arwah Kumbakarna sang Ksatria Agung pembela tanah airnya, yang mati tidak sempurna dan tinggal di pepohonan hutan, kepenasaran ini terjadi ketika Kumbakarna sebagai Adik Rahwana/Dasamuka yang gara-gara mencuri Dewi Shinta istri Shree Rama gugur dalam perang melawan Anoman dalam kisah (Anoman Obong- Ramayana, akan diartikelkan berikutnya) Ketidak sempurnaan arwah harus menempuh jalan kesempurnaan dengan pengabdian kepada orang yang masih hidup dan terjadilah perkelahian , akhirnya Arwah Kumbokarno masuk ketubuh/mengikut ketubuh Bima atau nama lainya :Werkudara, Brotoseno, Jagalabilawa, dll.
Didaerah yang lain para kurawa dan Sintawaka bertemu Arjuna dan terjadi perkelahian, karena Arjuna lebih sakti maka Sintawaka di rubah wujud aslinya sebagai Dewi Sembadra dan serta merta Arjuna memberikan Pusaka Wijayandanu kepada Karna dan seketika itu Karna merasa bersyukur dan senang pusakanya telah kembali kemudian lupa tugasnya untuk mendapatkan wahyu. Akhirnya Arjuna berkumpul kembali bersama istri , anak dan saudaranya dan bersyukur kepada Tuhan atas kesuksesan mendapatkan Wahyu Makutoromo, dan menghentikan malapetaka di Negeri Astina.
(Kisah tidak dikomersilkan, kisah ini untuk melestarikan kisah budaya bangsa, disunting ulang oleh Hidayat 11-10-2008; disadur dari arsip pustaka Jurusan Pedalangan ISI Surakarta, dan didukung oleh PT. Karya Niaga Bersama).

SEDULUR PAPAT LIMA PANCER

Banyak orang mengatakan dengan 4 anasir atau empat unsur penyusun tubuh manusia, empat unsur penyusun alam semesta.
Manusia adalah lambang dari alam yang kecil (mikrokosmos) dan alam semesta sebagai lambang alam yang besar (makrokosmos).
Keempat anasir itu pada darah manusia berupa:
1. darah merah sebagai lambang semangat manusia juga amarahnya manusia
2. darah kuning sebagai lambang karunia, harta benda dan kejayaan manusia.
3. darah hitam sebagai lambang kesabaran, kekuatan, keabadian manusia.
4. darah putih sebagai lambang kemuliaan, kejujuran, kefitrahan manusia.
Adapun di alam semesta ada empat unsur yaitu : merah sebagai lambang api, kuning sebagai lambang angin, hitam sebagai lambang tanah/bumi dan putih sebagai lambang air.
Semua unsur diatas bisa menjadi baik dan bisa menjadi buruk tergantung perilaku manusia itu sendiri. Segala nafsu dalam ajaran islam dikenal dengan istilah empat nafsu yaitu aluamah, supiyah, amarah, mutmainah.
Keberadaan nafsu tersebut bisa melalui panca indra kita, dan kekompakan dari keempat nafsu tersebut menghasilkan konsentrasi menjadi manusia yang sempurna.

Next Newer Entries