Topik Bebas

Terimakasih sebesar-besarnya kepada semua teman yang telah bersedia mampir di blog ini, sehubungan kesibukan saya baru dua tahun kemudian kembali menulis diblog kawakan ini, untuk mempererat tali persaudaraan kita silahkan bergabung di facebook pada akun Hidayat Pawedar.

Iklan

Dinasti Isyana – Jawa Timur

Kekuasaaan ditanah jawa yang dulunya berpusat di Jawa Tengah dimasa kerajaan Mataram Kuno pada masa kerajaan Medang, kerajaan ini dipindahkan ke Jawa Timur disebabkan berbagai pertimbangan yaitu seringnya terjadi bencana alam dari gunung merapi, memperkuat pertahanan terhadap serangan Sriwijaya, dan tanah di Jawa Timur lebih subur dibanding di Jawa Tengah karena lebih dulu dieksploitasi untuk pertanian dibandingkan tanah di Jawa TImur. Pemindahan kerajaan Medang dimulai dengan berdirinya Dinasti Isana, yang diambil dari gelar Empu Sendok, yaitu Shree Maharaja Rake Hino Shree Isyanawikrama Tunggadewa. Wilayah kerajaan meliputi Nganjuk dibatas barat, pasuruan di timur, surabaya di utara dan malang diselatan. Pemerintahan pada masa 929-947 dengan pusat pemerintahan di Watugaluh, usaha memakmurkan rakyat meliputi membuat bendungan-bendungan, saluran pengairan, dan memberikan hadiah hadiah untuk pemeliharaan bangunan suci. Pada masa itu juga membuat kitab Shang Hyang Kamahayanikan yang merupakan ubahan dari kitab agama Buddha.

Setelah Empu Sendok meninggal kemudian digantikan oleh putrinya Shree Isanatunggawijaya, putri ini dinikahi Lokapala dan melahirkan Makutawangsawardana, setelah makutawangsawardana mangkat digantikan oleh Dharmawangsa (990-1016) pada masa ini Dharmawangsa berusaha memakmurkan rakyatnya melalui pertanian dan perdagangan serta melakukan serangan ke kerajaan Sriwijaya yang telah lebih dulu menguasai perdagangan. Pada saat pernikahan putrinya dengan Airlangga (1016) putra Bali terjadi serangan dari Sriwijaya yang dibantu pasukan dari kerajaan Worawari dari Jawa Tengah. Dharmawangsa beserta pembesar istana tewas tetapi Airlangga dan Istri dan beberapa pengikut setianya termasuk Narotama lari menuju hutan Wonogiri.

Selama tiga tahun (1016-1019) Airlangga digembleng oleh para pendeta dan menjadi raja menggatikan Dharmawangsa pada 1019 Airlangga diangkat menjadi raja dengan gelar Shree Maharaja Rakai Halu Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa. Pusat kerajaan yang tadinya di Wutanmas dipindahkan ke Kahuripan pada tahun 1037, pada tahun 1042 Airlangga mengundurkan diri dan menjadi pertapa bernama Jatinindra atau Resi Jatayu. Sebelum jadi pertapa Airlangga ingin menobatkan putrinya menjadi raja namun ditolak karena ingin menjadi pertapa dan dikenal dengan nama Dewi Kilisuci,. Akhirnya kerajaan dibagi menjadi 2 dan diberikan kepada kedua putra dari selirnya yaitu kerajaan Jenggala dengan ibu kota di Kahuripan dengan raja Garasakan, dan Panjalu dengan Ibukota di Kediri dengan raja Samarawijaya.

Tahun Hijriah dan Tahun Saka

Di masa Khalifah Umar bin Khatab ada penetapan kalender Islam dengan perhitungan berdasarkan peredaran bulan yang disebut tahun Hijriah, permulaan tahun 1 Hijriah (H) adalah sama dengan tahun 622 Massehi (M), pada saat itu di Indonesia menggunakan penanggalan tahun Saka yang berdasarkan peredaran matahari, tahun 1 Saka dimulai pada tahun 78 M. Pada tahun 1633 di kerajaan Mataram Islam oleh Raja Sultan Agung ditetapkan berlakunya tahun Jawa/tahun Nusantara dengan berdasar peredaran bulan ( 1 tahun=354 hari). Dengan masuknya Islam maka muncul sistem penanggalan islam dijawa dengan nama (islam:jawa) misal Muharam: Sura, Shafar:Safar, Dzulhijah:Besar dengan tahun Hijriah (H)

Penampakan Mahluk Astral 2014

Dengan menggunakan kamera 2Mp pada Blackberry gemini, menampilkan penampakan dipinggir jalan dan juga di sebuah warung makan. Foto asli tanpa rekayasa. Diambil tgl 22 Juli 2014.

hantu 01

hantu 02

BlackBeryy-Gemini

Blackberry gemini dengan kamera 2 Mpixels buatan tahun 2012 mampu menangkap bayangan mahluk astral tanpa rekayasa.blackbarry gemini