BUDAYA JAWA DAN PENYEJUK HATI

hidup bersama leluhur

PANGERAN SAMBER NYAWA

Monopoli belanda di seluruh jawa misalnya di Batavia  telah menguasai segalanya termasuk golongan etnis china yang berdagang di Indonesia pada masa itu juga telah tertekan dan tersingkir, maka pada 30 Juni 1742  pasukan Cina menyerang Mataram yang ada di Kartasura pada masa pemerintahan Paku Buwana II, penyerangan ini karena Mataram dianggap negara boneka Belanda. Penyerangan ini dipimpin oleh Mas Garendi / Sunan Kuning. Geger Pecinan ini telah membuat para bangsawan keraton melarikan diri misalnya Paku Buwana II(raja mataram ketika masih di kartasura/solo) lari ke Ponorogo Jawa Timur, Pangeran Puger membangun pertahanan di Sukowati, Sragen sedangkan  RM Said / Mangkunegara waktu itu berusia 19 tahun membangun pertahanan di Randu lawang sebelah utara Surakarta dan karena satu misi maka  bergabung dengan Sunan Kuning. Pada masa itu Said bergelar Pangeran Perang Wedhana Pamot Besur yang diangkat sebagai panglima perang dan menikah dengan Raden Ayu Kusuma Patahhati, sedangkan Mangkubumi lari ke Semarang untuk menemui belanda dan meminta dirinya diangkat sebagai Raja. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh belanda, dengan memberikan bantuan pada PB II  mengusir pasukan cina dan akhirnya berhasil, karena kerusakan kraton di Kartosura makan kraton dipindah ke Surakarta/Solo. Tetapi berkat bantuan belanda tersebut bagian wilayah timur mulai dari rembang,, Surabaya, madura dan pasuruan di serahkan pada belanda dan pengangkatan raja harus seijin pemerintah belanda.

Yang masih tetap melawan belanda adalah Pangeran Puger dan Mangkunegara, sehingga PB II meminta Mangkubumi untuk meredam para pejuang yang dianggap sebagai pemberontak itu. Keberhasilan Mangkubumi tidak mendapat sambutan baik dari belanda dan PB II malahan tanah lungguhnya dikurangi. Sehingga Mangkubumi lari dan bergabung dengan Mangkunegara untuk bergerilya melawan belanda. RM Said/Mangkunegara dinikahkan untuk yang kedua kali dengan Putri Mangkubumi yang bernama Raden Ayu Inten dan bergelar Pangeran Adipati Mangkunegara Senapati Panoto Baris Lelana Adikareng Noto. Nama Mangkunegara ini diambil dari nama ayahnya Arya Mangkunegara yang ditangkap belanda dan dibuang ke Srilangka, karena menentang kekuasaan  Amangkurat IV (Paku Buwana I) karena latar belakang inilah RM Said sangat berkobar melawan belanda. Kehidupan Mangkunegara dihutan dan berpindah-pindah. Hingga pada saatnya PB II meninggal dunia dan kesempatan ini digunakan untuk mengangkat Mangkubumi menjadi raja di Mataram Ngayogyakarta dengan patihnya mangkunegara (1749) tetapi pemerintahan di Yogyakarta tidak diakui oleh kumpeni / belanda. Sedangkan oleh belanda putra pangeran yang bernama Pangeran Adipati Anom  diangkat sebagai raja dengan gelar PB III di Matram Surakarta. Selama sembilan tahun bersama Mangkubumi akhirnya Mangkunegara berselisih paham juga dan berpisah akhirnya berjuang sendiri dipedalaman yogyakarta dan sekitarnya. Perseteruan dua keturunan mataram yang sama-sama mengaku raja Mataram antara Mangkubumi dan Adipati Anom akhirnya dibawa oleh belanda dalam suatu Traktat perjanjian yang bernama Perjanjian Giyanti (1755) dan hasilnya adalah membagi 2 wilayah mataram yaitu bagian timur dengan nama Mataram Surakarta Hadiningrat dengan raja Sri Susuhunan Paku Buwana III dan bagian barat  bernama Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat dengan raja  Mangkubumi dengan gelar Sri Sultan Hamengkubuwono Senopati Ngalogo Abdurrahman Sayidin Panotogomo. Sedangkan Mangkunegara kini harus berperang melawan 3 kekuatan yaitu dari Yogyakarta, Surakarta dan pasukan Belanda. Menurut riwayat perang mangkunegara yaitu:  selama setahun (1741-1742)  bergabung dengan Laskar cina , kemudian selama sembilan tahun (1743-1752) bergabung dengan Mangkubumi. Dalam masa itu Mangkunegara telah melakukan pertempuran sebanyak 250 kali dan berkali-kali mengkunegara lolos dalam penyergapan, keberhasilan membina pasukan yang militan sangat ditakuti sehingga mendapat julukan “Pangeran Samber Nyawa “, Dalam buku harian Mangkunegara ada dua pertempuran besar yaitu pertempuran di desa Sitakepyak selatan Rembang . pasukan musuh sebanyak 600 tewas  yang dilukiskan seperti semut yang berjalan tiada henti sedangkan prajuritnya yang tewas hanya 3 orang 29 luka-luka.(1756) . dalam perang ini tercatat oleh belanda telah melakukan serangan gabungan yaitu 200 serdadu belanda, 400 pasukan Kesultanan Yogyakarta dan 400 Pasukan Surakarta. Bahkan kapten Ban Der Poll tewas terpenggal kepalanya dengan tangan kirinya di sambar oleh Pangeran Sambernyawa dan di berikan kepada selir Mbok Ajeng Wiyah selirnya sebagai tanda cinta Mangkunegara. Perang besar kedua yaitu di hutan dekat Blora pada tahun 1757. keganasan pasukan belanda yang menyerang dan menjarah harta orang desa membuat marah Sambernyawa yang akhirnya  menyerang balik Kraton Yogyakarta dan mendudukinya hingga malam, bahkan patihnya yang bernama Joyosudirgo dipenggal kepalanya. Kejadian ini membuat marah pamanya atau mertuanya Mangkubumi dan menghadiahkan siapa saja yang berhasil membunuh Sambernyawa akan di bayar 500 real. Kehebatan Pangeran Sambernyawa tidak terkalahkan oleh siapapun hingga akhirnya belanda meminta bantuan kepada Paku Buwono III agar bisanya mengajak berunding secara kekeluargaan. Dan akhirnya atas permintaan secara kekeluargaan pula Mangkunegara berhenti berperang dihutan dan diakui kehebatannya dan akhirnya mendirikan istana di pinggiran Kali Pepe pada 1756 dan tempat inilah yang sekarang terkenal dengan nama istana Mangkunegara. Kemudian dibuat perjanjian Salatiga 17 maret 1757 dengan isi mangkunegara diangkat sebagai Adipati Miji (mandiri ) yang pangkatnya sejajar dengan Sultan dan Sunan dan daerah kekuasaanya meliputi: Kedaung, Matesih, Honggobayan, Sembuyun, Gunung Kidul, Pajang utara dan Kedu. Mangkunegara wafat pada 28 Desember 1795. Oleh pemerintah Indonesia Mangkunegara diangkat sebagai pahlawan Nasional dan disana didirikan Pendopo terbesar di Indonesia seluas 3500 meter persegi.

70 Tanggapan untuk PANGERAN SAMBER NYAWA

  1. herjuno76 Januari 14, 2009 pukul 9:47 am

    Pangeran Sambernyawa memang tokoh yang hebat dan pantang menyerah, seperti Solahudin di timur tengah.Konon tarian Dirada Meta yang melibatkan 600 penari itu, untuk melukiskan dan mengenang salah satu pertempuran dasyat yang dialami oleh Pangerang Sambernyawa.Sri Mangku Negara IV yang hebat itu kalu ndak salah keturunan Mas Said ini ya?

  2. tomyarjunanto Januari 14, 2009 pukul 1:06 pm

    Bagi saya Pangeran Sambernyawa bukanlah pahlawan, pahlawan sesungguhnya adalah Pangeran Puger. Sambernyawa dijadikan pahlawan karena adanya pembelokan sejarah oleh para penguasa. Pangeran Puger ketika perang cina *cina berperang melawan walanda di Semarang dibantu oleh Eyang Puger* istrinya yang sedang hamil tua digonjak oleh Sambernyawa hingga mati. anak yang dilahirkan kembar dibuang di daerah Cepu. Anak Eyang Puger tersebut adalah Eyang Surareja & Eyang Surajaya. Pangeran Puger sendiri dimakamkan di Bergota Semarang & sebelum kami temukan tempatnya dipakai buat orang buang hajat :cry:
    Sambernyawa sendiri sebenarnya adalah sambergelap.
    Sejarah ditulis oleh para penguasa untuk melegitimasi kekuasaannya

  3. Ngabehi Januari 14, 2009 pukul 3:19 pm

    istrinya yang sedang hamil tua digonjak oleh Sambernyawa hingga mati. anak yang dilahirkan kembar dibuang di daerah Cepu. Anak Eyang Puger tersebut adalah Eyang Surareja & Eyang Surajaya.
    =========================================
    Maksudnya mati sesudah melahirkan atau gimana mas, Terus digonjak, artinya di rudapeksa atau dianiaya.Mohon penjelasan mas Tomy

  4. hidayat Januari 14, 2009 pukul 4:35 pm

    rahayu
    terima kasih Mas Tomy dan Mas Ngabehi, kalau ada kisah versi yang lain mungkin bisa ditampilkan, kita bebas saja…
    wass wb

  5. sitijenang Januari 14, 2009 pukul 7:20 pm

    Perseteruan dua keturunan mataram yang sama-sama mengaku raja Mataram antara Mangkubumi dan Adipati Anom akhirnya dibawa oleh belanda dalam suatu Traktat perjanjian yang bernama Perjanjian Giyanti (1755)…

    mudah-mudahan jaman samangkin bisa menyatu kembali, bukan dalam arti satu wilayah, tapi rukun [agawe santosa].

  6. tomyarjunanto Januari 15, 2009 pukul 8:22 am

    dirudapeksa *mestinya dianiaya* hingga mati, namun sebelum mati sempat melahirkan anak laki2 kembar yang lalu dibuang & terpisah karena dipelihara oleh orang berbeda. Ari2 kedua anak itu dikubur bersama & diatasnya oleh kebesaran ilahi tumbuh pohon beringin yang ditengahnya ada pohon jati, disebut ringinjati. Adanya di desa kramatan sekitar Jatisrono Wonogiri menjadi sumber mata air bagi penduduk sekitar.
    Semua ini adalah sejarah yang tak tertulis yang ditemukan dalam perjalanan hidup kami.
    Singasarana anak Sambernyawa saat dibegal di wonosegara ditolong oleh Eyang Surareja anak Eyang Puger, keduanya lalu berjanji untuk besanan.
    Janji itu baru terlaksana saat beliau berdua sudah sama2 meninggal. Keturunan Eyang Puger & Sambernyawa grat I ada bersama kami. untuk merukunkan serta netepi janji Eyang Singasarana & Eyang Surareja itulah sejarah yang tak tertulis ini kami dapatkan.
    Dari mencari ringin jati, petilasan Eyang Surareja Surajaya sampai menemukan makam Eyang Puger yang saat itu dipakai sbg wc umum. Sekarang makam Eyang Puger sudah terpelihara baik namun malangnya disebelahnya didirikan mushola & semua orang yang mau ziarah termasuk kami harus membayar dulu ngisi kas mesjid. :cry: Katanya ziarah itu kalau diucapkan dalam bahasa jawa Yaroh jarwadhosok dari : yen ora mbayar ora weroh :cool:
    Begitu sedikit cerita yang dapat kami bagi semoga berguna & dapat diambil hikmahnya *halah*

  7. hembusankesturi Januari 24, 2009 pukul 11:59 pm

    test test :D
    =================
    sudah oke 10-2 boss silahkan
    jalur dipakai, lurah standby

  8. SufiMuda Januari 27, 2009 pukul 2:35 pm

    Setelah membaca tulisan di atas saya menyatakan Luar Biasa….
    Kita harus banyak belajar dari sejarah
    Sukses Selalu

  9. eyangputri Februari 23, 2009 pukul 9:50 am

    hik…hik…! diriku jadi sedih…! Sambernyawa moyangku dibilang bukan pahlawan oleh mas Tommy!

  10. legiman April 17, 2009 pukul 1:58 pm

    pahlawan adalah orang yang punya jasa pada negara, , memiliki keunggulan yang linuwih yang tidak dimiliki oleh semua orang, pahlawan juga manusia, sebagai manusia tentu ada kelemahannya, yang lebih penting keteladanan yang ada pada pangeran sambernyawa perlu kita teladani sedangkan kekurangan dan kelemahannya kita tinggalkan.

  11. nanang fs Mei 15, 2009 pukul 9:20 am

    terlepas dari kelemahan dan ambisi pribadi Pangeran Samber Nyawa, beliau menjadi simbol keberanian orang Jawa yg berani bertindak bila ada bentuk ketidak adilan. Tidak mudah mencari teladan seperti beliau, karena banyak yang cari enak sendiri untuk mendapat harta dan tahta, tanpa mau bekerja keras, malah ada yg damai dengan musuh

  12. dafauga Agustus 14, 2009 pukul 3:18 pm

    mangkunegara memang kuat dan hebat…bayangkan sejak dilahirkan sampai meninggal ia sudah diberi kukuatan untuk mangku…..luar biasa…he..he…,
    kisah heroik seperti inilah semestinya yang harus ditularkan kepada generasi sekarang, generasi sekarang hanya dibuai dengan suguhan sinetron hedonistis, takhayul, kekerasan dan freesek yang merusak jiwa… mana kisah-kisah kepahlawanan ….

  13. rahmatsunaryanto Februari 17, 2010 pukul 9:22 pm

    gw senang banget bisa tau sejarah leluhur gw terus terang gw baru baca mbah puger sampe2 gw cari di gramedia gak ketemu2
    eh disini ketemu juga hehehehe

  14. robiy Februari 23, 2010 pukul 2:20 pm

    sumber ndak jelas. . kok jogja dbwa2 ap perlu org kraton jogja trun semua? mangkunegaran hmpir tgl sjarah n jogja akan eksis slmany brsma pmerntahanya.

  15. Hidayat Februari 27, 2010 pukul 12:55 pm

    Robiy, sejauh mana anda yakin yogya akan tetap eksis? Menulislah beberapa versi anda

  16. Hidayat Februari 27, 2010 pukul 1:01 pm

    Roby silahkan menulis versi anda, bebas saj

  17. TonyAbimanyu Maret 4, 2010 pukul 6:30 am

    Bagi orang orang yang kagol dan kecewa berat tentu sosok pahlawan yang secara real terbukti keberadaan dan perjuangan nya berat hati untuk mengakui karena selain bertentangan dengan pendapat pribadi juga memporak poranda kan keyakinan yang telah dibentuknya secara subyektif.

    Tokoh tokoh yang tidak masuk dalam catatan sejarah itu tentu akan menjadi kekayaan sejarah bangsa apabila para keturunan dari tokoh dimaksud mampu menyumbangkan bukti bukti ketokohan sejarahnya dengan argumentasi yang memadai, sehingga dikemudian hari muncul suatu catatan baru tentang sejarah sosok-tokoh macam Pangeran Puger.

  18. TonyAbimanyu Maret 4, 2010 pukul 6:37 am

    Mas Hidayat..sabar jangan emosi dong. Kita tunggu Robiy menata kembali nyali menulis.

  19. jablug Maret 12, 2010 pukul 2:56 pm

    pada akhirnya memang antara orang solo dan jogja secara diam diam terjadi perselisihan terus karena nenek moyang mereka berselisih masing masing,…tapi bukan mau merendahkan keduanya …tapi keduanya sebagai manusia biasa banyak kelemahannya …nah kita sebagai generasi penerus jgn ribut terus…asal kita sama cuma soal rebutan kekuasaan saja…seperti manusia jaman sekarang saja kog…cuma beda jaman lagu lama kaset baru….semua nya HEBAT HEBAT….p. SAMBERNYOWO DAN P.MANGKUBUMI KESATRIA MATARAM…HANYA BELANDA DAN MUSUH 2 NYA YG MAU MENGHANCURKAN MEREKA …POLITIK …SO JGN TERBAWA EMOSI….JGN JADI TOLOL DIPECAH BELAH ….NAH YG UNTUNG BELANDA KITA DIBUAT MUSUHAN TERUS…MAU SEPERTI ITU..? BEGO TOLOL DONGO GOBLOG KITA.. ……HIDUP MATARAM JAWA …HIDUP NKRI….HIDUP INDONESIA RAYA.

  20. Djoko Pranyoto Maret 13, 2010 pukul 10:00 am

    ada yang ngarang ngarang cerita bohong nih…???

  21. TonyAbimanyu Maret 15, 2010 pukul 2:31 pm

    Sebenarnya bukan perselisihan melainkan pemahaman yang kekanak kanak-an itu lah yang menjadi penyebab hal yang tidak perlu menjadi seolah olah berselesih.Dalam diskusi ini memang dibebas kan untuk menyampaikan pendapat…tetapi ketika pendapat seseorang mendapat bantahan dengan emosional maka jelas diskusi menjadi tidak hidup.

    Topik pembicaraan disini adalah Pangeran Samber Nyawa, untuk itu seyogyanya kita tidak perlu melebar di luar yang jadi topik. Jogja dan Solo sama sama menjadi agen kebudayaan dalam semboyan kita yang Bhineka Tunggal Ika.

  22. Teguh Prasetyo Maret 15, 2010 pukul 11:29 pm

    Sya sdg gencar melacak silsilah sodara dr PB I; Pangeran Sambernyawa. Meski keturunan yg jauh tp sy menemukan catatan dr Eyang, dan teratas adlh PB I. Keturunan dr Sambernyawa > BRTMH Suryokusumo (Bupati I Pati)…..dst. Sy penasaran dg silsilah ini. Smoga sy bs menemukan sodara2 yg tak pernah disangka-sangka…
    Terima Kasih

  23. Bambang Sakutrem Maret 18, 2010 pukul 8:34 pm

    Sama sama tokoh Jawa Mengapa Pangeran Mangkubumi belum diusulkan jadi Pahlawan Nasional yah?

  24. utomo setiyawan April 20, 2010 pukul 6:57 pm

    apa tu mas tomi punya bukti kalau P Sambernyawa gonjak bojone mas puger. kalau ndak ada tu ngawur kalau ada mbok saya dikasih.

  25. TonyAbimanyu Juni 26, 2010 pukul 5:44 pm

    Kalau gak ngawur bukan Tomyarjunanto namanya……..tul kan?

  26. Adi Arya Setiani Juli 5, 2010 pukul 9:28 pm

    Saya baru dr ziarah di Bergota, dan secara tdk sengaja membaca ada plang nama tanda panah nama tempat makam Pangeran Puger. Sudah lama memang saya ingin tahu informasi sejarah mengenai beliau, dan sy dapatkan komentar2 dlm tulisan disini. Trimakasih teman2 !

  27. gus_Ditto Agustus 28, 2010 pukul 7:46 pm

    Tidak perlu berselisih paham apalagi sampai emosi mas bro, semua hanya sejarah masa lalu. Sekarang kita semua sudah merdeka dan bersatu dalam satu kesatuan yang disebut NKRI. mari kita lestarikan sejarah nenenk moyang masa lalu dan ambil sisi positifnya, Pangeran Sambernyowo dan Pangeran Mangkubumi sama-sama tokoh hebat. Jogja-Solo adalah mataram. Semuanya hebat!

  28. semidi September 6, 2010 pukul 2:55 pm

    perjuangan nenek myang kita memang hebat…LUAR BIASA dalam mewujudkan kemerdekaan Nya… hingga kemerdekaan NKRI, kita tuladhani yukk dalam ngisi kemerdekaan… sesuai prfesinya… aku di Seni Tari, karawitan, didalam dan luar negeri.. eh.. tau2 dah 32 tahunn mengajar di SMKI/KONRI/SMK N 1 Kasihan Jogjakarta.

  29. imam September 19, 2010 pukul 4:11 pm

    andaikata semuanya obyektif. Barangkali wajah sejarah bangsa kita tidaklah buram.
    saya tidak yakin, apakah cerita2 yg disampaikan oleh anak-cucu tokoh2 yg bersangkutan benar ataukah subyektifitas semata.
    mungkin gak, andaikata ada diantara kita kakek moyang kita seorang berperilaku bejat. Lantas kita berbicara jujur tentang kebejatannya, atau jangan2 kita merekasaya sebuah cerita kepahlawanannya sendiri.

  30. Hidayat September 22, 2010 pukul 3:18 pm

    Terima kasih Mas Imam dan sahabat bloger atas segala komentar dan masukannya..

  31. Utomo Setiyawan September 26, 2010 pukul 7:49 pm

    ada yang tau tidak rute pertempuran p sambernyawa dari mulai memberontak sampai beliau naik tahta di pura mangkunegran, ada yang tau kasih infonya saya sedang menulis buku tentang p.sambernyawa gitu…

  32. deasy Oktober 1, 2010 pukul 5:34 am

    saya cicitnya mbah pangeran samber nyawa. ada jg kok titisannya pangeran samber nyawa kalo anda bisa menemukannya. makasih.

  33. Utomo Setiyawan Oktober 9, 2010 pukul 2:52 pm

    Wah mbak deasy bener cicitnya lo gitu hidupnya masih dilingkungan keraton and mbak deasy punya info apa mengenai simbah tapi yang bener ya.

  34. deasy Oktober 17, 2010 pukul 12:34 am

    keren dech pokok nya :)

  35. rendra Oktober 21, 2010 pukul 8:12 pm

    buat penulissss …. bagusss tulisannya…. kalo bisa ditambahi lagi klo dapat nara sumber yang positip..?
    jgn sampe ada masukkan yg mnyimpangkan jalan cerita. seolah2 gak suka apa yg anda tuliskann? thanks

  36. genthong November 2, 2010 pukul 6:56 am

    hebrat.. generasi yg peduli ama sejarah. mantaft pokoknya. yang penting jangan ampe ribut aja, debat2 ah apa itu. piss n love bradda! satu tanah air. terus lakukan riset. lanjutkan. hahahaha i love you full pokoknya

  37. TonyAbimanyu November 13, 2010 pukul 5:48 pm

    Jangan takut buka bukaan soal sejarah karena dengan sejarah yang jelas suatu bangsa akan menjadi makin “cespleng” dalam melangkah kedepan. Haalahhh…kakean teori negara makin runyam jadinya…

  38. gendero jowo Desember 2, 2010 pukul 1:33 am

    weleh2 podo ngopo to ki kang mas2 lan mbakyu2.kuto tak midangettaken sekalian nyimak mawon njih…..rahayu…rahayu…

  39. saptocahyono Desember 9, 2010 pukul 11:00 am

    dr pelajaran sejarah dulu pengeran puger itu anteknya belanda. trus bener sejarah yang mana? sy jd bingung jadinya. apa setiap sejarah bangsa kita emang bikin bingung ,pusing dan bikin pecah ndase?

  40. Radityo Djadjoeri Desember 21, 2010 pukul 12:27 am

    Mari kita satukan Bumi Mataram, agar tak lagi tercerai-berai..

    Klik:

    http://www.facebook.com/pages/Bumi-Mataram/251083147973

  41. sams Januari 10, 2011 pukul 11:29 am

    siapapun p.samber nyowo,bg q beliau tokoh yg sangat mengagumkan..Dia bagaikan super hero dalam film amimasi.Sang Pembantai..

  42. raden basri Januari 29, 2011 pukul 12:58 am

    saya cucunya RM ajidan njenengan alamat dimana?? dan kta bisa bersilahtumi.

  43. ahmad Februari 19, 2011 pukul 9:39 pm

    pahlawan yang gagah berani

  44. ahmad Februari 19, 2011 pukul 9:47 pm

    apakah P.Sambernyawa punya putra bernama BRM Sumarjono atau cakra atmaja dan BRA Citra soma ?

  45. ahmad Februari 19, 2011 pukul 9:53 pm

    BRM Cakra Atmaja menikah dengan BRA Hayati putri pa Mangkubumi Surakarta melahirkan R.Sutawijaya yang menjadi Demang Merden

  46. ahmad Februari 19, 2011 pukul 10:01 pm

    bani Syuhada dan bani Hs Muntolib di banjarnegara adalah keturunan IV mbah Sutawijaya , berarti masih kerabat kraton Solo

  47. Hasmoro Maret 21, 2011 pukul 4:07 am

    Pahlawan dan musuh trgantung darimana melihatnya. Contoh : Bung Karno, Nasution, Sudirman, Diponegoro dsb bagi kita adalah pahlawan, tapi bagi Belanda adalah musuh. Bgitu juga dgn De Kock, kapt Tack, Tjarda, Westerling dsb pahlawan bagi Belanda tapi musuh bagi kita.
    Maaf ttg Pangeran Puger yg manakah dimaksud ? Krn nama Puger ada dari sejak putra Senopati sampai Solo dan Yogja sekarang. Ada cerita sejarah yg berasal dari tutur kadang ada bumbu2 dan ada pula catatan resmi, sehinga kita hrs hati2 membacanya.
    Menurut catatan yg saya punya ttg Amangkurat IV (jawi) : putra no 1 KPH Mangkunegoro (ayahnda RM Said), lahir dari garwo ampeyan, dibuang ke Sailon/Srilangka; putra no 10 mnjadi PB II, lahir dari Prameswari; putra no 21 mnjadi HB I, lahir dari garwo ampeyan.

  48. wibowo eko priadi April 11, 2011 pukul 10:03 am

    minta pohon silsilahnya donk sampai keturunan yang sekarang kalau ada,makasih

  49. blegedez April 20, 2011 pukul 8:09 pm

    Asskum.. Saya manusia biasa yg kebetulan berjodoh dngn Titisan Pangeran Alap Alap Sambernyowo. sebelumnya saya tidak tahu klo beliau adalah seorang Raja pada zaman itu. Beliau masih ada bersama dengan orang-orang pilihan Allah pada Dimensinya.

    Pada Malam Tertentu kami memanggil dan berkomunikasi, mendengarkan wejangan,petuah, sampai bercandaan.. (percaya atau tidak kembali kepada anda).

    Pesannya adalah Jalankan Segala Perintah Tuhan dan Jauhi LaranganNya, kita Harus Pintar, Tanggap,Cerdik, dan Banyak Membaca.(mungkin disesuaikan dngn jaman skrng)

  50. agus Mei 1, 2011 pukul 10:54 am

    nggak usah saling menyalahkan.eyang Raden Mas Said jg korban dari sri sultan hamengkubuwono I

  51. agus Mei 13, 2011 pukul 4:56 pm

    minta tolong yang tahu, apakah p. sambernyowo punya putra bernama Raden Notokusumo..? matur suwun sakderengipun

  52. wedus gembel Mei 31, 2011 pukul 4:37 pm

    assakum…. say hany lah manusia biasa yang alhamduliah bertemu dengan titisan eang samber nyowo. setiap malam” tertentu seperti malam jum’at keliwon,selasa keliwon,senin pahing,sabtu pahing. beliau, memberikan wejangan,memberikan doa kepada anak,cucu,buyut-nya. dan ternyata seltelah di usust beliau ternyata adlah kakek buyut saya sendiri.

  53. hafiz Juni 20, 2011 pukul 7:11 pm

    yg HAQ gakan bekerja sama dg yg btj…smua tau klo belanda tu kapir…jayalah negriku..amin

  54. nika Juni 29, 2011 pukul 11:37 pm

    komenya ok.ok….ikutan nimbrung deh.mau tanya ni? kita smua saudara dari keturunan yg sama adam n hawa.hanya dilahirkan dari keturunan yg berbeda.
    K.G.P.A.H. MANGKUNEGORO I (itu tulisan dulu di akta eyangku) shering aj ya.siapa tau ada yg kenal dgn nama ini.SERI PADUKA K.G.P.H.MANGKUNEGORO I SURAKARTA
    mempunyai anak yg bernama
    Putera (anak drajat) 1.B.R.Ay.Tg.Yudonagoro v banyumas / K.P.H. Purbonegoro
    cucu (wayah) 2.R.Ay.Ng Mangkuredjo I / R.M.TG Tondonegoro
    Buyut 3.R.M.Ng. Mangkuredjo II / R.M.R.NG Pubosutirto
    Cicit (canggah) 4.R.M.Ng. Poncopranoto Metesih / R.Ay.Padmodirdjo
    Wareng 5.R.Ay. Wiryopranoto / R.Ay. Kartowidjoyo
    Udeg-udeg 6.R.Ngt. Martowiryono
    Gantung-Siwur 7.R.Soetarno Wiryosoetarno
    Grobak-Sente 8. R.Rr. Yustini
    Debok-bosok 9. R.Rr.Yusnika ernawati
    Galih-asem 10…………..?

    g ada maksud tuk apa2 nulis ini karna aku juga g tau dimana anak atau cucu dari nama yg kusebut. karna eyang kakungku jarang sekali di tempat mangkunegara kecuali kk dari eyangku. beliau sering kesana sebelum meninggal bapakku mau diajak tapi waktu berkata lain. kalau eyang kakungku dia g mau ngaku2 karna kita dari keluarga gak mampu. eyangku seorang pejuang tentara tp tidak mau di makamkan di makam pahlawan minta di makam biasa. aku hanya ingin memperkenalkan trah dari MN I. yang mana ada ya belum tau termasuk aku… akta yang kusimpan dari ibuku,tapi ada dua nama yang menduduki apakah itu suaminya atau nama pangkat yang disandang bila ada yang tau infoin ke aku ya. Semoga beliau2 ini di terima disisi-Nya dengan baik. Serta mengingat perjuangan beliau dari anak cucu sehingga bisa menyatukan trah yang ada. Eyangku hanya berpesan jadi orang yang mampu mengayomi semua saudara/orang,serta hidup prihatin untuk meningkatkan spiritual batin dan raga,agar kita mampu mengenal dan menyatu dengan alam sekitar.

  55. Edo Widi Juli 8, 2011 pukul 3:13 pm

    saya msh keturunan dari solo
    dari eyang ajiprabuanyokrowati(pangeran sedo krapyak)mungkin teman2 ada yg tahu apakah msh ada persodaraan dengan pangeran sambernyowo?

  56. Geppy Juli 13, 2011 pukul 10:05 pm

    Salam sedulur kabeh, saya orang luar yang ingin mengetahui silsilah keraton Solo. Baik dari cerita kepahlawanannya ataupun dari cerita kehidupan mereka. Dan kalau bisa bagi mereka yang masih mempunyai silsilah keraton untuk membuat semacam biografi, agar cerita sejarah ini tidak hanya bisa didengar dari mulut-kemulut. halah gek nyapo iki :) ..

  57. ito kun Agustus 31, 2011 pukul 6:38 am

    saya pernah ikut arisan keluarga besar di daerah prambanan,(tahunnya lupa tp abis lebaran).dsitu dsebutkan silsilahnya bahwa trnyata kita msh ada keturunan samber nyawa.btw,apakah dsejarah mataram ada samber nyawa yg lain y yg dmaksud??soalnya ga percaya klo msh keturunan keraton..

  58. ito kun Agustus 31, 2011 pukul 6:43 am

    saya pernah ikut arisan keluarga besar di daerah prambanan,(tahunnya lupa tp abis lebaran).dsitu dsebutkan silsilahnya bahwa trnyata kita msh ada keturunan samber nyawa.btw,apakah dsejarah mataram ada samber nyawa yg lain y yg dmaksud??soalnya ga percaya klo msh keturunan keraton,walaupun gada pengaruh jg seh..

  59. tio Oktober 19, 2011 pukul 6:58 pm

    bersyukurlah klo benar bahwa emang kalian masih keturunan …………….. (seperti yg anda sebutkan). tinggal bagaimana kalian mengambil hikmahnya………! jd seekarang jadilah ksatria2 yg bisa jdi panutann , bisa menjadi pemimpin,…. pemimpin yg sebenarnya,……! maaf klo da kata2 sy yg salah…

  60. rosyid Oktober 28, 2011 pukul 4:27 pm

    jaman dulu pangeran samber nyowo apa meninggalkan pusaka benama keris jalak budho dan sebuah tongkat berujung emas dan bertangkai tanduk rusa?katanya seseorang itu milik beliau dan saat ini dirawat di daerah magelang….mohon infonya?
    apa ada lukisan gambar beliau? kalo mau lihat dimana?

  61. zulfikar kus November 2, 2011 pukul 9:13 pm

    ass.
    saya msh turunan solo
    dari p.sambernyawa
    apakan benar yang dibilang oleh tomyarjunanto

  62. Suryo utomo November 17, 2011 pukul 2:20 pm

    Membaca sejarah Pangeran Sambernyawa menjadi inspirasi bagi saya..
    Bgmn dg Anda.?

  63. Mariette Idol Street November 27, 2011 pukul 2:05 am

    Selamat pagi,
    saya mau tanya ia …
    ia saya g tau sih gimana silsilah itu bekerja nya …
    saya tidak tinggal dijawa tengah saya dijawa timur sih cuman saya penasaran aja …
    Gimana ya, Saya mau tanya, cuman ini saya punya surat dari keraton yang menerangkan masih ada keturunan alap alap samber nyowo. ada bagan silsilah sama layang dari keraton tapi tulisannya pake bahasa jawa … emang bukti otentik emang kyk gitu bentuknya? kalo mau mastiin bisa g?
    Lah cuman itu kan dari eyangkakung saya tapi dah meninggal dikasih ke bapak saya
    Lah begini mau tanya juga sih emang kalo keturunan, tapi g tau bener apa g tapi asli katanya ngurus entah surat ato akte itu susah buanget, saya kan juga g begitu tau, kan keturunanya banyak soalny dah dari jaman dlu, cuman jaman sekarang kan g liat keturunan apa g tapi, saya cuman tanya apa kadang dari keturunan nya itu isa atau diikuti kayak gt yah bukan berguru itu kan cari ilmu. tapi ini dah keturunan dan dapat warisan saya maksud bukan materi ia, itu loh megang pegangannya begitu. lah kalo sudah begitu bisa g dihilangkan, trus itu kan dari pihak keluarga satunya lah pihak satunya juga punya gimana ini ya bisa hilang?
    makasih saya cuman tanya saja. maap kalo saya salah tempat nanya nya saya kan cuman berusaha cari tau. matur suwun

  64. PRAST Desember 27, 2011 pukul 11:27 pm

    pengen bentuk wadah paten khusus keturunan sambernyawa…
    sy dr kediri….

  65. Kusrahadi SS Januari 7, 2012 pukul 6:46 pm

    saya masih keturunan dari Eyang KGPAA Mangkunegoro I, beliau memang istimewa, aura kesaktiannya masih ada. pada suatu hari saya nyekar ke Astana Mangadeg sesampai di rumah malamnya jam 1.30 beliau rawuh ke kamar saya ( bukan mimpi ) saya kaget, beliau hanya tersenyum dan bertanya ana apa le? kemudian menghilang. sebenarnya ada kisah nyata yang lain yang memberitahuku secara batin tentang Eyang KGPAA MN I. nantilah lain waktu disambung lagi. nuwun

  66. Nurcholis Januari 10, 2012 pukul 6:30 pm

    Tommy kae dukun EDAn……………………”ngoceh2…..ORA ANA BUKTIne……………….sing HISTORIS KANg..!!! “…….Pangeran Puger….naik tahta jadi PB I……makamnya di Imogiri……Beluau leluhur Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Sing dimakamke “di WC UMUM” ???? sopo kang ! Tok goleki nganggo IMPEN……halah ra NYAMBUNGGG…… Chek juga dong dgn catatan pemerintah kolonial Belanda…… sumber otentiknya banyak di Leiden.

  67. syammy mohammad Januari 14, 2012 pukul 12:18 pm

    mohon maaf, saya mau tanya ada yang tau sejarah raden topeng dr kraton solo ndk?.. saya dari pati. sebelmnya matur nuwun

  68. Dresti Budi Widadi Januari 25, 2012 pukul 4:02 pm

    Para sedulur2 kabeh ojo podo tukaran / padu dipundut wae watak sing apik, watak karo prilaku sing elek yo ojo ditiru. Tugas kita melestarikan peninggalan lelulur Eyang kita untuk anak cucu dan mengayomi rakyat. nyuwun sewu wonten kalepatan ucap dalem.

  69. adam rahmad Februari 15, 2012 pukul 10:25 pm

    buyut saya bernama Raden mas amroen kake saya bernama raden soentoro amaroen pernah menceritakan silsilah beliau yang masih keturunan Pangeran samber nyowo

  70. safiera Februari 20, 2012 pukul 9:35 am

    hiks….hiks…. canggah ku dibilang bukan pangeran sama tomyarjunanto :’(

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.